Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Best Practice Kepala Sekolah

 

Jejak Inspiratif dalam Membangun Budaya Cinta Lingkungan

Oleh: Herlina, S.Pd., M.Pd.

 

Foto : Kepala UPT SD Negeri Mangunan 01( Herlina, S.Pd.,M.Pd) menerima Piala Adiwiyata Mandiri tahun 2023

Perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten. Hal inilah yang menjadi semangat perjalanan UPT SD Negeri Mangunan 01, sebuah sekolah yang dulunya berada dalam kondisi serba terbatas, namun kini berhasil bertransformasi menjadi sekolah berwawasan lingkungan hingga meraih predikat Adiwiyata Mandiri.

Awal Perjalanan: Dari Keterbatasan Menuju Harapan

UPT SD Negeri Mangunan 01 terletak di perbatasan Kabupaten Blitar dan Kediri, berdiri di lingkungan yang dulu gersang, berdebu, dan minim fasilitas hijau. Kondisi sarana prasarana yang kurang memadai serta rendahnya kepedulian terhadap lingkungan membuat sekolah tampak kurang nyaman. Bahkan, motivasi belajar guru dan siswa pun masih rendah .

Namun, di balik kondisi tersebut, muncul tekad kuat untuk berubah. Selama lebih dari satu dekade memimpin, saya berkomitmen membangun sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berwawasan lingkungan.

Tantangan yang Dihadapi

Perubahan tidak datang tanpa hambatan. Keterbatasan sumber daya manusia, fasilitas, serta rendahnya kesadaran lingkungan menjadi tantangan utama. Lebih dari sekadar membenahi fisik sekolah, tantangan terbesar adalah membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pendidikan yang holistik—yang mencakup kecerdasan, karakter, dan spiritualitas .

Dari sinilah lahir visi besar: menjadikan sekolah sebagai Sekolah Hijau berkarakter cinta lingkungan.

Strategi Perubahan: Membangun dari Kebiasaan Kecil

Perubahan dimulai dengan langkah sederhana namun konsisten. Program seperti Jumat Bersih, penanaman pohon, hingga pembentukan tim peduli lingkungan menjadi awal gerakan bersama.

Salah satu inovasi unggulan adalah Pasukan Marmut Esmasa (Mari Memungut Sampah)—sebuah gerakan yang mengajak seluruh warga sekolah untuk peduli terhadap lingkungan di mana pun mereka berada .

Gerakan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membentuk karakter siswa menjadi lebih peduli, bertanggung jawab, dan memiliki semangat gotong royong.

G7KAIH: Membangun Karakter dari Kebiasaan

Untuk memperkuat perubahan, diterapkan program G7KAIH (Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat), yaitu:

  • Bangun pagi
  • Beribadah
  • Berolahraga
  • Makan sehat dan bergizi
  • Gemar belajar
  • Bermasyarakat
  • Tidur cepat

Kebiasaan ini menjadi budaya harian yang membentuk kedisiplinan, kemandirian, dan pola hidup sehat siswa.

Pembelajaran Mendalam Berbasis Proyek

Transformasi juga dilakukan melalui pendekatan pembelajaran. Guru didorong menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan kontekstual, seperti:

  • Program Kelas Hijau
  • Pengolahan sampah menjadi ecobrick
  • Kegiatan kewirausahaan berbasis lingkungan

Pembelajaran tidak lagi terbatas di dalam kelas, tetapi meluas ke lingkungan sekitar, sehingga siswa belajar dari pengalaman nyata .

Kolaborasi adalah Kunci Keberhasilan

Keberhasilan perubahan tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak:

  • Dinas Lingkungan Hidup
  • Puskesmas
  • Pemerintah desa
  • Komite sekolah dan wali murid

Melalui kerja sama ini, berbagai program seperti kantin sehat, pengelolaan sampah, hingga penghijauan dapat berjalan dengan baik .

Kepemimpinan dengan Keteladanan

Sebagai kepala sekolah, tidak hanya memberi instruksi, tetapi turun langsung ke lapangan menanam pohon, memungut sampah, hingga merawat taman bersama siswa .Keteladanan inilah yang menjadi kunci dalam membangun budaya sekolah yang kuat.

Hasil Nyata: Dari Gersang Menjadi Asri

Perubahan yang dilakukan membuahkan hasil yang luar biasa:

  • Lingkungan sekolah menjadi hijau dan nyaman
  • Siswa lebih disiplin, sehat, dan aktif
  • Guru lebih inovatif dan kolaboratif
  • Prestasi sekolah meningkat signifikan

Tidak hanya itu, sekolah berhasil meraih berbagai penghargaan hingga tingkat nasional, termasuk predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri tahun 2023 .

Kini, UPT SD Negeri Mangunan 01 telah menginspirasi sekolah lain bahkan program yang dijalankan telah diimbaskan ke berbagai sekolah.

Menanam Nilai, Menumbuhkan Kehidupan

Perjalanan ini membuktikan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses menanam nilai kehidupan. Setiap pohon yang tumbuh di sekolah menjadi simbol harapan akan generasi yang kuat, berkarakter, dan mencintai lingkungan.

Dengan semangat “Salam Bumi, Pasti Lestari!”, kisah ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil asal dilakukan dengan komitmen dan ketulusan.

 

Posting Komentar untuk "Best Practice Kepala Sekolah "